Jumat, Mei 15, 2020

langit bergulung, basah jalanan, sore gerimis

bau panggangan roti kering dan cangkir kopi yang mengepul panas
samar-samar bagaikan langit yang bergulung, menghilang tanpa arah
wangi basah jalanan dan derap sepatu kets
atau percakapan-percakapan di sabtu sore yang akan gerimis

seorang teman pernah bertanya
what are you most afraid of?
mungkin dulu rasanya hanya seperti jatuh dari sepeda hadiah ulangtahun
lutut berdarah karena terjerembap mengejar teman
sepotong kue cokelat yang habis dilumat kakak
atau sayup-sayup melintasi malam dan ditakuti hantu perempuan
sampai di suatu waktu
tak seorangpun menyadari peristiwa masa kecil itu ternyata dapat mengantar kita pada hal-hal gila yang membuatmu membeku
satu per satu, aku seolah dapat merasakan kembali tubuh kecil yang kaku, memegang arumanis yang dikerubungi semut, perih betadin yang menutupi luka, isakan-isakan yang tertahan, dan ketidaktahuan menghadapi apa yang sebenarnya terjadi di depan mata

bau roti kering itu sudah lewat, gelas kopi mengerak dingin dan terasa hambar
tak ada langit bergulung, tak ada wangi jalanan basah
percakapan-percakapan yang terlintas di sabtu sore juga mengabur dalam riuh kepala
gerimis menjadi deras, membuat halaman rumah dan pot-pot bunga ikut tergenang 
tak ada apapun yang benar-benar tersisa
selain udara penuh, tapi napasmu jatuh
selain hidupmu utuh, tapi harimu runtuh



14/5
di teras belakang

Kamis, Mei 14, 2020

hantu di sudut pikir

hamima,
menyalahkan diri sendiri selalu dapat membuatmu sedih dan marah.
padahal, tidak semua hal di dunia ini dapat kamu kendalikan, tidak semua hal di dunia ini berporos pada satu hal yang konstan, pun tidak semua hal di dunia ini harus jadi berbelit-belit dan berputar-putar.

perasaan cemas, takut dan khawatir, apalagi pikiran-pikiran buruk yang menggentayangi itu pasti ada.
segala ingatan-ingatan kelam yang menakutkan akan selalu bersemayam di sana, memenuhi udara dan membuatmu sesak.

tetapi tolong, bisakah tidak terus berkutat dan melarungkan diri pada hal-hal itu? pelan-pelan, lepaskan kait erat yang menahanmu selama ini, bukankah itu menyakitimu? bisakah kamu menyadari kalau segala perasaan dan bayang-bayang tadi hanya bekerja di kepala kamu? mereka tak sungguh-sungguh ada dan terjadi,
seperti hantu di sudut pikir.

sebaliknya, kenyataanlah yang seharusnya kamu hadapi, bukan lingkaran gelap itu. hidup ini sudah berat, kalau kamu fokus pada hal-hal yang semu dan tak jelas, sia-sia lah segala enerji yang kamu salurkan, sia-sia pula ketulusan-ketulusan yang orang lain tularkan padamu.

padahal, hidup ini punya banyak urusan yang penting untuk dipikirkan, punya banyak persoalan yang seharusnya menjadi perhatian. kamu lupa dengan jadi dewasa? harus jadi anak yang mandiri, matang secara emosi dan spiritual, sehat badan dan juga batinmu. tolong lah, bisakah jadi lebih sayang pada segala hal yang berkelindan dan ada pada dirimu?
kewarasanmu adalah sesuatu yang utama.

setelah ini mungkin akan ada banyak waktu untuk bersedih dan menangis, secara hidup terus bergerak dan menjadi kompleks. tapi, bisakah kamu mengatasi kesedihan itu dengan baik dan rapi? 

sedang hidup harus terus berjalan, tak peduli betapa kosong dan runyamnya isi kepalamu, tak peduli betapa gelap dan sepinya hari-harimu.

kekacauan itu harus segera kamu rangkul dan atasi. lekas jadi hamima yang berani dan lebih siap, mau tidak mau.

tolong jangan terlalu rumit pada diri sendiri. kamu tumbuh, ini akan mendewasakanmu, mim.



9/5
malam menjelang subuh sambil terkantuk-kantuk menyelesaikan pekerjaan

Kamis, April 30, 2020

sirep

suatu petang anak itu pernah bicara pada ibu
ia tak sungguh-sungguh mampu untuk tumbuh dan menjelma jadi kembang api-kembang api kecil
yang selama ini menghidupinya
seperti terhenti di tengah-tengah jalan sepi di tepi kota
seperti kehilangan pandang pada udara subuh yang membuatnya menggigil
seperti tak lagi bisa merasakan apapun
ia ingin meniup nyala apinya
jadi padam
tak ingin lagi berpendar
sirep.

setelah mendengar cerita itu,
kenapa hatiku seperti digerogoti
aku tak bisa tidur
dan menangis sepanjang malam



25/2
seperti mimpi buruk

Kamis, April 23, 2020

personal

perjalanan-perjalanan, penemuan yang personal, berujung pada keputusan-keputusan memisahkan hari ini dengan masa lalu
meski tak semua tanya datang bersama jawab
dan tak semua harap dapat terpenuhi, namun
aku ingin apa-apa yang terjadi adalah kesadaranku untuk terus bertumbuh
tak terlalu rumit pada diri sendiri
tak juga berbelit-belit dan menjadikan segalanya runyam
tak membebani diri dengan hal-hal samar dan abu-abu
semu dan tak jelas
ragu dan memburam

teduhlah hatimu
teduhlah hatimu



22/4
karena lagu Utarakan-nya Banda Neira

Senin, Januari 13, 2020

sebelas malam

di antara sepi dan kejadian-kejadian suram
sebelas malam adalah
ruang dapur redup, akibat penerangan yang minim
pintu-pintu tergembok dan jalanan lengang
kucing komplek yang lalu-lalang di koridor
dan salah satunya berhenti di depan kamar berbaring lesu di atas sepatu
suara yang masih parau, batuk yang tak kunjung sembuh, sisa bertengkar semalam dengan bapak
obrolan hantu perempuan yang senang menyapa
menontonku dari sudut ruangan ketika tengah malam menangis
yang katanya menyerap enerji jelek yang ku alirkan
bunyi salon speaker yang sudah tua
jari gemetar menyentuh cangkir panas isi seduhan teh
dan nyeri-nyeri yang berpusat di bagian ulu hati

sebelas malam adalah
akumulasi dari perasaan cemas
kebingungan terhadap banyak keadaan
dan di antaranya adalah ketakutan menjumpai diri sendiri

rileks, mim



12/1
bersama obat pereda nyeri sakit kepala